Dicampakkan?! Pasti nyakitin banget. Berani taruhan, ga da satupun yang pengen disakitin. Kalopun ada, pasti orang sakit jiwa ato orang dengan gejala masochist akut yang justru sangat menikmati rasa sakit dan disakiti.
Tapi nyatanya, memang itulah adanya ketika sebuah hati tergores cinta. Ibarat lagu, jatuh bangun-nya Kristina emang bener banget. Bahwa untuk mendapatkan cinta sejati memang harus mengalami fase jatuh bangun. Dan bahwa untuk menemukan orang yang tepat memang harus ketemu orang yang salah dulu.
Pertanyaannya, apa harus sedemikian menyakitkan larut lebih lama hanya untuk tau bahwa apa yang didepan mata itu salah dan bukanlah tercipta untuk kita? Keknya ga perlu banget, dan amat sangat ga worth it ! dengan kata lain, PLAY SMART jadi kunci utama dalam bercinta. Ga Cuma pake perasaan tapi juga pake otak, biar ga menuh-menuhin koran dengan berita bunuh diri ataupun menuh-menuhin rumah sakit jiwa gara-gara depresi akut hehehehehe...
Start to feel like telemarketer. Pernah tau telemarketer yang sering direject atau dimatiin telponnya? Yaaah.. kurang lebihnya gitu ketika hati ga lagi menyatu. Tiap kali telpon... bisa jadi di reject atau diputus tiba-tiba padahal pembicaraan lom kelar. Atau malah... ditelpon tapi diem-dieman... ngabis-ngabisin pulsa banget wakaakkak..
no longer interested in sex. Bukan Cuma soal making love tapi juga soal keintiman dan kehangatan. Males deket-deket, jarang nyentuh, jarang membelai lembut… berasa kek dia ada… tapi ga ada alias jauuuhhh banget di hati. Dingin dan hambar.
avoids talking about the future. Boro-boro ngomongin masa depan, ngomongin yang manis-manis dan mesra nan lembut aja maleeeessss ! jadi bener-bener yang diomongin itu bukan lagi tentang “berdua” tapi lebih ke segala sesuatu yang general dan bahkan kadang ga penting and nuttin to do with.
"I need some space" or "I think we should see other people." Menurut pakar cinta... ada kecenderungan orang untuk takut menyakiti secara langsung atau frontal. Dan biasanya, “butuh ruang” atau “butuh ketemu dengan dunia luar” (diluar berdua) jadi senjata andalan untuk melepaskan diri perlahan tapi pasti.
looking left, something's not right. Otak kiri dikenal sebagai ajang kreativitas. Dan ketika seseorang berbicara dengan menoleh ke kiri, itu pertanda sedang meminta dukungan penuh pada otak kiri untuk berkreasi se-kreatif mungkin. Dan itu berarti... lagi ngarang suatu kebohongan. Hehehhehe...
keeps you waiting. And waiting. And waiting. Menunggu. Satu kegiatan yang membosankan dan menghentikan waktu. Membuat kita menunggu dan menunggu dan menunggu tanpa kepastian dan tanpa alasan masuk akal, menunjukkan disrespect… atau unrespect… dan itu berarti kita dah ga penting lagi dan ga masuk daftar prioritas.

